Dangdut, koplo, atau pop? Cocokkan energi sama ceritanya
Video warung yang hangat dan video pesta nggak butuh energi yang sama.

1. Satu genre buat semua video
Lagi rame koplo, semua video dikasih koplo. Lagi rame pop galau, semua dikasih pop galau.
Beberapa video pertama masih aman. Setelah itu feed kamu jadi satu warna, dan yang paling hilang justru bedanya antara video santai sama video rame.
2. Genre bukan ukuran energi
Di dalam dangdut ada yang santai banget dan ada yang dorong terus. Di pop juga sama.
Milih dari nama genre itu milih dari label. Yang kamu butuhin sebenarnya level energi dan seberapa padat vokalnya, dan dua hal itu nggak ketebak dari nama genrenya.
3. Mulai dari satu kata
Tulis satu kata buat perasaan videonya. Baru cari lagu.
- Hangat — vokal jarang, tempo pelan, biar suara sekitar masih kedengeran
- Rame — beat konstan, bukan yang naik-turun, biar potongannya bisa rapat
- Lucu — musiknya harus bisa berhenti sebelum punchline, bukan nutupin punchline
- Romantis — instrumen di depan, dan masuknya telat, jangan dari detik pertama
4. Tes di dua ujung video
Tempel lagunya di tiga detik awal dan sepuluh detik terakhir doang. Belum usah edit penuh.
Dua titik itu yang nentuin orang bertahan dan inget. Bagian tengah biasanya aman pakai apa pun.
Kalau bagian akhir kerasa maksa, biasanya lagunya bener tapi masuknya salah tempat. Geser titik mulainya sebelum ganti lagu.
5. Lakuin sekarang
Satu kata perasaan, tiga kandidat, tes di awal dan akhir.
MUZPICKR nyusun lagu berdasarkan mood, jadi kamu bisa mulai dari perasaan videonya, bukan dari judul lagu.